Berikut mitos dan fakta seputar kehamilan yang sering beredar di masyarakat, beserta penjelasan medisnya agar tidak salah kaprah:


🤰 Mitos & Fakta Kehamilan

1. Mitos: Ibu hamil makan untuk dua orang

Fakta: Ibu hamil memang membutuhkan tambahan gizi, tetapi bukan berarti makan dua kali lipat. Yang penting adalah kualitas gizi, bukan jumlah berlebihan.


2. Mitos: Bentuk perut menentukan jenis kelamin bayi

Fakta: Bentuk perut dipengaruhi oleh posisi janin, otot perut, dan postur ibu, bukan jenis kelamin bayi.


3. Mitos: Ibu hamil tidak boleh olahraga

Fakta: Olahraga ringan–sedang seperti jalan kaki, senam hamil, atau yoga justru bermanfaat jika tidak ada kontraindikasi medis.


4. Mitos: Minum air kelapa bikin bayi bersih

Fakta: Air kelapa baik untuk hidrasi, tetapi tidak memengaruhi kebersihan bayi saat lahir. Verniks pada bayi adalah hal normal.


5. Mitos: Ibu hamil tidak boleh potong rambut

Fakta: Potong rambut tidak berpengaruh pada kesehatan janin maupun ibu.


6. Mitos: Ngidam harus dituruti agar bayi tidak “ngeces”

Fakta: Ngidam tidak berkaitan dengan kondisi fisik bayi. Namun, perhatikan pilihan makanan agar tetap sehat.


7. Mitos: Hubungan suami istri berbahaya saat hamil

Fakta: Aman dilakukan selama kehamilan normal dan tidak ada larangan dari tenaga kesehatan.


8. Mitos: Ibu hamil tidak boleh imunisasi

Fakta: Beberapa imunisasi justru dianjurkan, seperti TT/Td dan influenza, sesuai anjuran tenaga kesehatan.


9. Mitos: Sering USG berbahaya

Fakta: USG menggunakan gelombang suara, aman bila dilakukan sesuai indikasi medis.


10. Mitos: Minum jamu selalu aman untuk ibu hamil

Fakta: Tidak semua jamu aman. Beberapa herbal berisiko mengganggu kehamilan, jadi sebaiknya konsultasi dahulu.